Pemugaran Patung Catur Muka Tabanan Tuai Protes: Hilangnya Nilai Sakral dan Memori Budaya
TABANAN - Proyek penataan kawasan strategis Jalan Gajah Mada, Tabanan, mendadak menjadi sorotan tajam setelah Pemkab Tabanan memutuskan untuk merobohkan Patung Catur Muka peninggalan tahun 1980-an pada awal Juli 2026. Patung yang sarat akan nilai historis dan spiritual bagi warga kota ini rencananya akan diganti dengan bangunan baru yang lebih megah.
Namun, langkah ini memicu protes dari berbagai elemen masyarakat adat dan budayawan lokal. Mereka mempertanyakan tingkat urgensi pembongkaran ikon kota tersebut. "Ini bukan sekadar batu bata dan semen. Patung Catur Muka menyimpan memori kolektif dan jejak kesakralan leluhur kota Tabanan. Kenapa harus dihancurkan hanya demi dalih estetika modern?" ungkap salah satu tokoh pelestari budaya setempat.
Masyarakat mengkritik pemerintah daerah yang terkesan mengedepankan proyek-proyek fisik kasat mata menjelang tahun-tahun politik tanpa melalui uji publik yang matang. Mereka menuntut pemerintah memberikan penjelasan rasional mengapa anggaran daerah harus dialokasikan untuk memugar patung yang kondisinya masih layak, di saat masih banyak sektor pelayanan publik yang lebih mendesak.
Komentar & Ulasan (3)
Tinggalkan Komentar & Penilaian
Berita Terkait
Punya Aspirasi?
Sampaikan pengaduan, kritik, maupun saran Anda kepada kami secara langsung.
Tulis Pengaduan
Wayan Sudarsana
1 month agoSangat disayangkan, saya lahir dan besar di Tabanan melihat patung itu setiap hari. Estetika modern tidak sepadan dengan hilangnya sakralitas peninggalan leluhur. Kenapa harus dihancurkan total?
Admin Redaksi SGT Redaksi
1 month agoTerima kasih atas masukannya Bli Wayan. Aspirasi ini tentu akan menjadi bahan evaluasi dan masukan yang berharga bagi pemerintah daerah. Mari kita kawal bersama pembangunannya.
Putu Eka
1 month agoSebenarnya setuju saja ditata biar lebih rapi, tapi apakah harus dibongkar rata? Harusnya bisa direstorasi saja tanpa menghilangkan bentuk aslinya.