Buntut Kisruh Kelangkaan Obat Saraf di RSUD Tabanan: DPRD Desak Perbaikan Sistem RME dan Manajemen Piutang
TABANAN - Krisis ketersediaan obat-obatan esensial di RSUD Tabanan (BRSU) pada bulan-bulan terakhir memicu kepanikan dan kekecewaan pasien. Kisruh yang sempat viral melalui rekaman keluhan dokter senior ini membongkar karut-marut manajemen keuangan rumah sakit pelat merah tersebut.
Usut punya usut, kelangkaan obat—terutama obat saraf—terjadi karena menumpuknya utang RSUD kepada distributor farmasi hingga mencapai belasan miliar rupiah. Kondisi ini diperparah oleh kekacauan implementasi sistem Rekam Medik Elektronik (RME) yang menyebabkan ribuan berkas klaim tertolak oleh BPJS Kesehatan.
DPRD Tabanan pun meradang dan menggelar sidak darurat. "Ini masalah nyawa dan hak dasar warga, bukan sekadar masalah administrasi IT. Manajemen RSUD gagal melakukan antisipasi. Kami mendesak perombakan sistem manajerial dan audit menyeluruh terhadap piutang rumah sakit!" tegas Ketua Komisi IV DPRD Tabanan.
Komentar & Ulasan (2)
Tinggalkan Komentar & Penilaian
Berita Terkait
Punya Aspirasi?
Sampaikan pengaduan, kritik, maupun saran Anda kepada kami secara langsung.
Tulis Pengaduan
Nyoman Kariasa
1 month agoIni kejadian nyata, ibu saya bulan lalu terpaksa beli obat sendiri di apotek luar dengan harga mahal karena di rumah sakit kosong. Kasihan rakyat kecil yang cuma mengandalkan BPJS.
Made Susila
1 month agoSama Bli, saya juga ngalamin. Katanya sistem baru, tapi kok malah nyusahin pasien. Harusnya disiapkan matang-matang dulu sebelum ganti sistem.