Jembatan Penghubung Desa Biaung-Payangan Mangkrak Bertahun-tahun, Warga Tuntut Kejelasan Pemkab Tabanan
TABANAN - Kontras dengan mulusnya proyek penataan wajah kota, kondisi infrastruktur di pinggiran Tabanan justru memprihatinkan. Proyek jembatan vital penghubung Kecamatan Penebel dan Kecamatan Marga di titik Desa Biaung-Payangan dibiarkan mangkrak tanpa kejelasan sejak peletakan batu pertama beberapa tahun silam.
Kerangka jembatan yang teronggok membisu menjadi monumen pengingat akan lambatnya kinerja Dinas PUPR Tabanan. Warga setempat yang setiap hari harus memutar jalan lebih jauh merasa dianaktirikan. "Proyek di kota miliaran bisa cair cepat, kenapa jembatan urat nadi ekonomi desa kami malah mandek?" keluh seorang petani lokal.
Pemerintah beralasan bahwa dana tersendat akibat realokasi pasca-pandemi, namun alasan tersebut dinilai klise mengingat besarnya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) dan derasnya anggaran untuk proyek beautifikasi kota.
Komentar & Ulasan (0)
Tinggalkan Komentar & Penilaian
Berita Terkait
Punya Aspirasi?
Sampaikan pengaduan, kritik, maupun saran Anda kepada kami secara langsung.
Tulis Pengaduan
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan penilaian!