Daerah
Distribusi Pupuk Subsidi Belum Merata: Petani Kopi Pupuan Terpaksa Beli Pupuk Kimia dengan Harga Selangit
TABANAN - Di tengah melambungnya harga komoditas kopi global, senyum petani kopi di Kecamatan Pupuan justru harus tertahan. Pasalnya, ruwetnya birokrasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) membuat jatah pupuk subsidi mereka dipotong sepihak atau tersendat distribusinya.
Ketiadaan solusi cepat dari Dinas Pertanian memaksa ribuan petani membeli pupuk non-subsidi dengan harga selangit di pasaran agar tanaman kopi mereka tidak gagal berbunga. "Kami ini penyumbang devisa, kopi Pupuan sudah ekspor. Tapi urusan pupuk saja pemerintah selalu telat mengurusnya setiap tahun," keluh Nengah, salah satu pengepul kopi lokal.
Dibaca 2893 kali
Komentar & Ulasan (0)
Tinggalkan Komentar & Penilaian
Berita Terkait
Punya Aspirasi?
Sampaikan pengaduan, kritik, maupun saran Anda kepada kami secara langsung.
Tulis Pengaduan
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan penilaian!